Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan

Kamis, 01 Oktober 2009

Tuan yg b'diri angkuh di ujung cakrawala,,,
Kuterima dikau dalam do'aku pada Yang Maha Kuasa,,,
Kutangisi dikau dalam kesedihan,,
Kurindukan dikau dalam lamunan,
Kukasihi dikau dalam kegalauan,,
Kucintai dikau dalam harapan,,
Tuan yg b'diri angkuh di ujung cakrawala,,
Kau lukis dinding-dinding hatiku,,
Penuh warna bak pelangi senja,,
Kau ukir hari-hari indah bagai nirwana,,
Kau terangi aku dalam nyala pelita,,
Kini,,,
Segalanya kau tinggal begitu saja,,
Hanya hampa yang tersisa,,
Ibuku,,,,
Sangat benar ucapanmu,,
Bahwa perjalanan itu sangat menyakitkan,,
Yah,,Ibuku,,inilah perjalanan hidupku,,
Hanya penggalan angan tersisa bagiku,,
Tuan,,,,,,,
Semoga kenangan ini lebih abadi,,
Dari pada,,,
Sepotong hati yang kau janji buatku,,
Cukup satu bulan saja dikau singgahi,,,!!

( medio 17 Septi 2009 )
Senja yang bersandar pada bingkai jendela,,
Kemanakah aku kan bertanya,,
Pada siapa aku kan berkata,,

Senja yang bersandar pada bingkai jendela,,
Basah gaunku oleh air mata,,
Ungkapan rindu dari hati nan lara,,

Senja yang bersandar pada bingkai jendela,,
Haruskah ku bertekuk pada lembaran nyata,,
Haruskah ku beranjak dari hamparan rasa,,
Haruskah kutinggalkan semuanya,,
Kenangan yang berselimut asa,,
Cinta yang berbalut nestapa,,

Senja yang bersandar pada bingkai jendela,,
Pujangga hatiku 'tlah tiada,,
Meninggalkan sebuah tanda tanya,,
Yang tak mungkin terjawab oleh panjangnya masa,,,,,,,,,,,,,,,,,,,


( Medio' 28 Septy 2009

Syair Cinta Tuk Pagelaran Lailatul Qadar

Oleh: seorang hamba Allah

Semilir angin membelai kalbuku dalam..
kemesraan 2/3 malam
saat pendakian spiritual cinta...,
Lantunan ayat demi ayat dalam surat cinta malam pada al-lail
bergulir dalam kalbu yang merindu..
rasanya tak mampu kuterjemahkan

Adakah ia datang membawa senyum sapa
dalam malam penuh berkah,
dalam duduk kutermangu...
walau bibir membisu.., namun kalbu bertanya slalu...

Adakah malam seribu bulan
datang menghibur kegamangan...
di kegelapan malam
memaknai kenikmatan memadu kasih
bersama Sang Maha Kasih...,

Bisikan ayat-ayat cinta Illahiah..
membuat jemariku menari tertengadah
melantunkan doa dalam desah...,
seraya tetap kuberharap... dalam sunyi senyap
agar tarian dan tembang Illahi ini..
dapat menghibur rindu di hati..
yang lama kusimpan di kedalaman samudra cinta
yang berbalut kerinduan tuk meraih piala taqwa
yang ‘tlah lama kuarungi dalam helaan nafas...,
sambil membentangkan sajadah panjang
yang kurajut genangan air mata haru dan bunga-bunga doa
dalam ekstasi tahajut cinta...

Yaa Ilahi..., ijinkan hamba membasuh jiwa
agar dapat terlepas dari segala noda dan dosa-dosa...,

Yaa Robbii..., dalam 2/3 malam ini...
Ijinkan daku melakukan munajat cinta kepada-MU
bersama iringan biola dalam kelembutan gesekan angin malam cinta-MU
dan biarkan pula tarian dzikrullah menyambut Lailatul Qadar...
dengan iringan gitar yang mampu mengetarkan irama kalbu..,
subhanallah...walhamdulillah.. huwalaa ilaa ha ilallahu Allahu Akbar...

Oh...Yang Maha Cinta.. yang menciptakan rasa cinta...
hati ini bergetar... memenuhi pangilan cinta dari-MU
Lubang di hati ini merindukan partikel demi partikel cinta yang mengisinya
Serat-serat padat yang menguatkan jantung
Yang dapat memacu.. agar rasa cinta ini semakin bergelora tuk snantiasa rindu kepada-MU..

Oh.. Yang Maha Kasih..
bila tanpa kasih-Mu..kami hanyalah seonggok buih
bila tidak ada hidayah-MU..kami hanyalah sebutir debu yang tak berarti...
Kami dahaga selalu akan rahmat-MU..
Jangan biarkan kami salah dalam berterimakasih..
Jangan sampai kami keliru dalam mencintai..
Jangan lepaskan ikatan cincin pesona cinta-MU di hati kami...

Hanya dalam ridho-MU.. ikatan mesra itu ‘slalu menemani..,
berjalan dan terbang menembus dimensi yang tak terbatas
merajut untaian kasih ditaman kerinduan manusia malam
yang berhimpun cinta arasy..,
menyajikan tarian kasih dalam iringan tembang doa
di atas sajadah cinta yang terbentang panjang di antara kaki langit
menguatkan tiang-tiang iman dalam lapar dan dahaganya jiwa merajut bangunan ketaatan...
demi sebuah piala taqwa dalam pagelaran Lailatul Qadar